Belum Diajukan Sebagai Wakil Ketua I DPRD Definitif, Juhaili Konferensi Pers

0 102

Kamis 9 Oktober 2019

JEJAKFAKTUAL.Bengjulu Utara – Usai rapat paripurna internal DPRD bengkulu Utara penujukan Ketua dan wakil ketua untuk di ajukan ke Bupati dan gubernur supaya defenitifkan hanya Juhaili yang belum di ajukan.

Dengan belum di ajukanya Juhaili di dapingi wakil ketua Eka Kurniadi dan sekjen partai Golkar Buyung Satria konferensi Pers .kamis (9/10)

Baca : Sonti Bakara- Herliyanto,H di Ajukan Ke Gubernur  Jadi  Pimpinan Dewan Definitif

Juhaili yang bakal mengisi unsur pimpinan Waka I Definitif DPRD Bengkulu Utara, dari surat keputusan DPP Golkar atas surat pengantar yang diusulkan oleh DPD Golkar Bengkulu Utara ditandatangani Sekretaris DPD Golkar Bengkulu Utara, Buyung Satria dan Eka Kurniadi, Wakil Ketua DPD II Golkar.

Namun hal itu tidak bisa dilanjutkan ke Gubernur Bengkulu melalui Rapat Paripurna Internal DPRD Bengkulu Utara, yang dipimpin Ketua Sementara DPRD Bengkulu Utara, Sonti Bakara.

Surat yang di bacakan dalam paripurna surat DPD Golkar Bengkulu Utara, ditandatangani Ketua DPD Golkar Bengkulu Utara, Aliantor Harahap dan Wakil Sekretaris, Pajri Ardiansyah pada tanggal 8 Oktober 2019.

Isi surat pengantar unsur pimpinan DPRD Kabupaten Bengkulu Utara sebelumnya, tidak benar dan tidak teregritasi di DPD Partai Golkar Kabupaten Bengkulu Utara, serta cap partai diluar cap yang ada dikantor DPD Golkar Kabupaten Bengkulu Utara.

Hal ini, dianggap adanya permasalahan di internal partai Golkar Kabupaten Bengkulu Utara, merujuk pada Undang-undang nomor 23 tahun 2014 pasal 164 di penjelasan bahwa pimpinan DPRD di ajukan oleh pimpinan partai politik setempat.

Sekretaris DPD Golkar Bengkulu Utara, Buyung Satria, didampingi Wakil Ketua, Eka Kurniadi, Juhaili, disalah satu Resto,  yang ada di bengkulu utara menegaskan internal DPD Golkar Bengkulu Utara tidak ada kisruh.

Sekjen golkar dan wakil ketua, mempertanyakan hasil paripurna DPRD Bengkulu Utara ada apa? usulan dari partai Golkar sudah jelas-jelas dikeluarkan DPP Golkar tidak diindahkan dan belu di ajukan ke gubernur, juhaili untuk defenitifkan menjadi Wakil ketua 1 DPRD.

“Iya kita mempertanyakan, yang digunakan surat pengantar atau surat keputusan DPP, jika surat DPP kenapa tidak dilanjutkan. Terus terang kami merasa dirugikan,” beber Buyung Satria.

Dilanjutkan Buyung Satria, jika surat pengantar usulan Pimpinan Definitif DPRD Bengkulu Utara dirasa tidak sesuai aturan, kenapa sudah satu bulan ini tidak membuat surat yang telah diamanahkan oleh DPD Golkar Provinsi Bengkulu.

“Iya Secepatnya kami akan koordinasi dengan DPD Golkar tingkat I provinsi Bengkulu, bila perlu nanti jika ada unsur menyalahi aturan kita akan menempuh jalur  hukum,” tutup Buyung Satria.

Juhaili menambakan karena ini sudah jelas berdasarkan surat DPP partai Golkar saya di tunjuk untuk menuduki wakil ketua I DPRD periode 2019-2024 dari partai Golkar.

“Tekat, Jika ini  tidak sesuai dengan surat yang di tunjuk dari DPP maka saya akan mempertahankan sampai titik darah penghabisan saya,” kata Juhaili. (SL)

Leave A Reply

Your email address will not be published.